TRAINING OF TRAINER, C&CC TINGKATKAN KOMPETENSI DOSEN
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Menjadi seorang dosen berarti harus mampu mengawal langkah mahasiswa menuju cita-citanya. Pendeknya masa tunggu mahasiswa menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dosen dalam mendidik mahasiswa. Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Dr. Mulyanto, MM., CMA., CPA. saat membuka Training of Trainer pada Selasa, (17/9). “Saat ini 60-70% mahasiswa kita belum bekerja. Tugas kita untuk memperpendek masa tunggu mereka. Kita harus seperti penjahit mensinergikan semua hal. Jika semua disinergikan dengan baik maka hasilnya baik pula,” katanya.
Dengan tema Counselling Career and Personal Branding, ToT yang digelar Bagian Counselling and Career Center Biro Kemahasiswaan dan Alumni (C&CC BKA) UNTAG Surabaya ini merupakan kerjasama dengan EQWIP HUBs Canada. Kepala C&CC BKA UNTAG Surabaya - Rahma Kusumandari, M.Psi., Psikolog menuturkan, “ToT ini bertujuan membekali bapak ibu dosen yang sejatinya bersentuhan dengan mahasiswa. Sehingga bisa mendukung mereka agar masa tunggu kerja menjadi pendek dan karir gemilang.” Patricia T. Sibarani yang hadir EQWIP HUBs Canada mengaku, “ToT ini berkaitan dengan minat kami untuk mengembangkan isu pekerjaan dam wirausaha.”
Tampil sebagai trainer, Dr. IGAA Noviekayati, M.Si., Psikolog yang membekali dosen dengan materi ‘Bimbingan Karir’. Dia meminta agar dosen tidak lupa salah satu kewajibannya sesuai Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara, yaitu melakukan pembinaan kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan. “Jangan lupa bahwa dosen mengenal setiap mahasiswa yang dibinanya. Untuk hal tersebut dosen menyediakan waktu minimal 1 jam per minggu untuk konsultasi terhadap masalah yang dihadapi mahasiswanya. Lihat pula prestasi akademik dan minat mereka. Bantu arahkan mereka pada cita-cita,” paparnya.
Tak ketinggalan, materi ‘Personal Branding’ dibawakan oleh Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog. Di awal pemaparannya dia menjelaskan, “Personal branding adalah gambaran diri anda di hadapan orang lain/publik atau bagaimana cara anda memperkenalkan diri anda di hadapan publik. Jadi berkaitan dengan seperti anda ingin dilihat orang.” Mengenali diri sendiri menjadi aspek penting menurut Dewi, “Karena letak brand bukan hanya tentang bagaimana anda melihat diri anda tetapi juga bagaimana orang lain melihat diri anda. Ada aspek yang bisa dikontrol, mau jadi apa. Kebanggaan, nilai, image serta visi dan misi pun penting untuk menopang dan mendukung personal branding.” (Um)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar